Literasi Digital MI Al Huda Karangpandan
E-book Digital dengan Judul Dengar Laut Mengalun adalah buku digital yang diterbitkan Kemendikdasmen dengan mengangkat sebuah cerita anak yang mengangkat keindahan laut, nilai persahabatan, serta kearifan budaya masyarakat pesisir. Buku ini cocok untuk bahan literasi anak SD dan dapat diakses dengan mudah melalui website Literasi Digital MI Al Huda Karangpandan.
| Penulis | : | Dwi Oktarina |
| Jenjang | : | SD |
| Jumlah | : | 36 halaman |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tema | : | Tokoh Indonesia |
| Format | : | Buku Digital |
Sinopsis E-Book Digital Dengar Laut Mengalun
Buku Dengar Laut Mengalun adalah cerita anak yang mengangkat keindahan laut, nilai persahabatan, serta kearifan budaya masyarakat pesisir. Kisah ini mengajak pembaca mengikuti petualangan Awang, seorang anak suku Laut di Kampung Kudinpar, Bangka Belitung, yang belajar memahami kehidupan laut melalui cerita dan pengalaman bersama Atuk. Dengan alur yang hangat dan penuh makna, buku ini memberikan pesan tentang cinta alam, tradisi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Cerita dimulai ketika Awang merasa khawatir karena sudah beberapa hari tidak melihat Atuk, sahabat sekaligus orang tua yang dekat dengannya. Saat akhirnya bertemu, Awang mengetahui bahwa Atuk sedang bersedih karena sahabat lamanya, Tuk Jem, akan pindah ke kota. Kesedihan Atuk membuat Awang ingin menghibur dan memahami lebih dalam kehidupan orang Laut di masa lalu.
Dalam percakapan mereka, Atuk menceritakan kehidupan masa kecilnya sebagai orang Laut yang tinggal di atas perahu. Ia menjelaskan bagaimana anak-anak suku Laut belajar mendayung sampan, membaca arah angin, dan mengenali rasi bintang sebagai penunjuk arah di lautan. Cerita Atuk membuka wawasan Awang tentang hubungan manusia dengan laut yang tidak hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya.
Petualangan Awang dan Atuk semakin menarik ketika mereka pergi bersampan ke laut. Di tengah perjalanan, Atuk menceritakan mimpi tentang gajah besar di lautan yang mengajarkan ketenangan dan keberanian menghadapi gelombang. Kisah simbolis ini memberikan pelajaran bahwa laut harus dipahami dan dihormati, bukan ditakuti. Dari pengalaman tersebut, Awang semakin menyadari pentingnya menjaga laut sebagai warisan kehidupan.
Di akhir cerita, Awang menemukan cara sederhana untuk menjaga laut, yaitu mengajak teman-temannya membersihkan pantai dari sampah. Ia berjanji akan menjaga laut seperti ia menyayangi Atuk. Cerita ini menegaskan bahwa cinta terhadap alam dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan kepedulian.
Buku Dengar Laut Mengalun sangat cocok sebagai bahan bacaan literasi anak karena menggabungkan cerita petualangan, nilai budaya lokal, dan pesan lingkungan. Dengan bahasa yang sederhana, ilustrasi menarik, serta alur yang edukatif, buku ini mampu menumbuhkan rasa cinta laut, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghargaan terhadap budaya Nusantara pada anak-anak.
Buku digital ini sangat cocok sebagai bahan literasi sekolah dasar, koleksi perpustakaan digital, dan media pembelajaran karakter. Disajikan dalam format digital yang mudah diakses melalui website, buku ini membantu meningkatkan minat baca anak, memperkaya konten literasi digital, serta mendukung Gerakan Literasi Nasional.


