Literasi Digital MI Al Huda Karangpandan
E-book Digital dengan Judul Bolehkah Aku Berbeda? adalah buku digital yang diterbitkan Kemendikdasmen dengan mengangkat sebuah cerita anak Indonesia yang mengangkat tema keberagaman minat, penerimaan diri, serta dampak kekerasan verbal dalam keluarga melalui sudut pandang seorang anak laki-laki yang mencintai dunia membaca dan menulis. Buku ini cocok untuk bahan literasi anak SD dan dapat diakses dengan mudah melalui website Literasi Digital MI Al Huda Karangpandan.
| Penulis | : | Iwok Abqary |
| Jenjang | : | SD |
| Jumlah | : | 36 halaman |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tema | : | Anak Indonesia |
| Format | : | Buku Digital |
Sinopsis E-Book Digital Bolehkah Aku Berbeda?
Bolehkah Aku Berbeda? adalah buku cerita anak Indonesia yang mengangkat tema keberagaman minat, penerimaan diri, serta dampak kekerasan verbal dalam keluarga melalui sudut pandang seorang anak laki-laki yang mencintai dunia membaca dan menulis. Tokoh utama merasa paling bahagia ketika bisa menghabiskan waktu di kamar bersama buku-buku dan tulisannya. Membaca membawanya berkelana ke dunia imajinasi, sementara menulis menjadi cara baginya mengekspresikan perasaan dan mimpi sederhana: melihat namanya tertera di majalah anak suatu hari nanti.
Konflik muncul ketika ayahnya tidak memahami kegemaran tersebut. Sang ayah memiliki pandangan bahwa anak laki-laki seharusnya aktif bermain di luar rumah, berolahraga, dan berpanas-panasan seperti anak-anak lain. Tanpa disadari, paksaan dan kata-kata keras yang terus diulang membuat tokoh utama merasa takut, tertekan, dan tidak diterima apa adanya. Setiap akhir pekan berubah menjadi waktu yang tidak menyenangkan karena ia harus meninggalkan dunianya demi memenuhi harapan ayahnya, meskipun hal itu tidak sesuai dengan keinginannya.
Peristiwa tak terduga terjadi saat sang ayah memaksanya mengikuti latihan olahraga hingga berujung pada kecelakaan kecil yang mengguncang hubungan keluarga mereka. Sejak saat itu, sikap ayah perlahan berubah. Tokoh utama pun berada dalam dilema antara mempertahankan jati dirinya dan keinginan untuk membahagiakan orang tuanya. Dengan dukungan lembut dari sang ibu, ia akhirnya memberanikan diri mengirimkan tulisannya ke majalah anak. Puncak cerita hadir ketika hasil kerja kerasnya membuahkan pengakuan, membuka mata sang ayah bahwa setiap anak memiliki keunikan dan jalan masing-masing.
Buku digital ini sangat cocok sebagai bahan literasi sekolah dasar, koleksi perpustakaan digital, dan media pembelajaran karakter. Disajikan dalam format digital yang mudah diakses melalui website, buku ini membantu meningkatkan minat baca anak, memperkaya konten literasi digital, serta mendukung Gerakan Literasi Nasional.


